1.
Model
System Developer Life Cycle (SDLC)
1.1.
Pengertian SDLC
Metode SDLC adalah
metode yang menggunakan pendekatan sistem yang disebut pendekatan air terjun (waterfall
approach) dimana setiap tahapan sistem akan dikerjakan secara berurut menurun
dari perencanaan, analisa, desain, implementasi, dan perawatan (Aji Supriyanto,
2005: 272)
Siklus hidup
pengembangan sistem (System Development
Life Cycle/ SDLC) merupakan
suatu bentuk yang digunakanuntuk menggambarkan tahapan utama dan
langkah-langkah di dalam tahapan tersebutuntuk proses pengembangannya.
Siklus hidup pengembangan sistem,
merupakan proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem
atau subsistem informal berbasis komputer. SDLC dilakukan dengan pendekatan
sistem secarateratur dan dilakukan secara top-down, oleh karenanya sering
disebut pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan
sistem.
1.2.
Tahapan SDLC
Setiap pengembang mempunyai strategi yang berlainan, namun
demikian, pada dasarnya siklus hidup pengembangan sistem informasi terdapat 5
tahapan, yaitu:
a)
Perencanaan Sistem (Systems
Planning),
Perencanaan sistem
merupakan tahap paling awal yang memberikan pedoman dalam melakukan langkah
selanjutnya. Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan fisik, tenaga
kerjadan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta
untukmendukung operasinya setelah diterapkan.
Perencanaan sistem dapat terdiri perencanaan
jangka pendek meliputi periode 1 sampai dengan 2 tahun dan perencanaan jangka panjang
meliputi periode sampai dengan 5 tahun. Perencanaan sistem biasanya ditangani
oleh staf perencanaan sistem. Bila tidak ada dapat juga
dilakukan oleh departemen sistem.
b)
Analisis Sistem (System
Analysis),
Analisis Sistem dapat
didefinisikan sebagai penguraian dari
suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan
maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,
hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.
Tahap analisis
merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan didalam tahap
ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. Langkah-langkah di
dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkah-langkah yang dilakukan
dalam mendefinisikan proyek-proyeksistem yang akan dikembangkan ditahap
perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem ruang lingkup
tugasnyalebih terinci.
c)
Perancangan Sistem (System
Design),
Setelah tahap analisis
sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telahmendapatkan gambaran dengan
jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunyasekarang bagi analis sistem untuk
memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Tahap ini disebut dengan
perancangan sistem (system design). Tahap perancangan sistem ini mempunyai. Tujuan
utama yaitu. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem; untuk
memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepadapemrogram
komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tahap perancangan sistem
merupakan tahap. Penentuan proses dan data yangdiperlukan oleh sistem baru. Untuk
sistem berbasis komputer biasanya dalam rancangan ada spesifikasi jenis
peralatan yang akan digunakan.
d)
Implementasi Sistem (System
Implementation),
Setelah dianalisis dan
dirancang secara rinci dan teknologi telah diseleksi dandipilih. Tiba saatnya, sistem
untuk diimplementasikan. Tahap implementasi system merupakan
tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap initermasuk juga
kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak
aplikasi. Implementasi sistem. Merupakan kegiatan untuk memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya
fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.
e)
Penggunaan sistem (System
Utilization)
Langkah–langkah
penggunaan sistem (System Implementation)
adalah:
a. Menggunakan sistem.
Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai
tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.
b. Audit sistem.
Penelitian apakah sistem baru memenuhi kriteriakinerja. Studi
ini disebut “penelaahan setelah penerapan” (postimplementation).
c. Memelihara sistem.
Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi
dibuat sehingga sistem terus memberikan dukungan
yang diperlukan. Modifikasi ini disebut pemeliharaan sistem. Ada
tiga. Alasan untuk pemeliharaan: Memperbaiki kesalahan; Menjaga kemutakhiran system dan
Meningkatkan sistem.
1.3. Pendekatan Pengembangan Sistem
a)
Pendekatan Klasik.
Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan
Pendekatan Tradisional (traditional
approach) atau Pendekatan Konvensional (conventional
approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan sistem dengan
mengikuti tahapan-tahapan pada System
Life Cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila
mengikuti tahapan pada System Life Cycle.
b)
Pendekatan Terstruktur
Pendekatan terstruktur
akan dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik yang dibutuhkan dalam
pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan
didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas. Melalui pendekatan struktur, permasalahan yang kompleks
dalam organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari produktifitas dan kualitasnya
lebih baik (bebas kesalahan).
c)
Dari Bawah Ke Atas (Bottom-up
Approach)
Pendekatan ini dimulai
dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan.
Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani
transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi
berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini ciri-ciri dari pendekatan klasik.
Pendekatan dari bawah ke atas bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut
juga dengan istilah data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang
akan diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti
datanya.
d)
Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach)
Pendekatan Dari Atas Ke
Bawah (Top-down Approach) dimulai
dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini
dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya
dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Setelah
kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu
penentuan output, input, basisdata, prosedur-prosedur
operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri pendekatan
terstruktur. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analis sistem
disebut juga dengan istilah decision
analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan
untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang
perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.
e)
Pendekatan Sepotong (piecemeal
approach)
Pengembangan yang
menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya
di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global
(memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja).
f)
Pendekatan Sistem (systems
approach)
Memperhatikan sistem
informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing
kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.
g)
Pendekatan Sistem menyeluruh (total-system approach)
Pendekatan pengembangan
sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan
(ciri klasik).
h)
Pendekatan Moduler (modular
approach)
Pendekatan dengan
memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih
mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara (ciri
terstruktur)
i)
Pendekatan Lompatan Jauh (great loop approach)
Pendekatan yang
menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga
mengandung resiko tinggi, terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu
komplek.
j)
Pendekatan Berkembang (evolutionary
approach)
Pendekatan yang
menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja
dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan dan
teknologi yang ada.
1.4.
Fungsi SDLC
a)
Perencanaan:
Mengapa Mengembangkan Sistem?
b)
Analisis: Siapa, apa,
kapan dan dimana sistem diterapkan?
c)
Perancangan:
Bagaimana kerja sistem?
d)
Implementasi:
Bagaimana Sistem Dipasang/diinstall?
2.
Model Structural
Analysis and Structured Desin (SASD)
2.1. Pengertian SASD
strategi
pengembangan sistem yang menekankan pada penggambaran model sistem untuk
membantu memvisualisasikan dan menganalisis problem, mendefinisikan keperluan
bisnis, dan mendesain sistem informasi. Metode ini adalah metode yang paling
lama diantara modern yang ada dan merupakan pendekatan umum yang digunakan
untuk menganalisis dan mendesain sistem informasi berdasarkan kepada modeling.
Model sistem akan
memberi gambaran dari sistem yang merepresentasikan realitas yang ada atau
realitas yang diinginkan. Model dari sistem akan memfasilitasi peningkatan komunikasi
diantara pengguna sistem(system user),
analis sistem(system analyst), desainer
sistem(system design), dan pengembang
sistem(system builder).
2.2. Tahapan SASD
a)
Problem
statement
Suatu pernyataan dan katagori problem, peluang dan arahan, juga bisa batasan
dan suatu visi awal dari solusi. Sinonim dari kata awal permulaan (preliminary study) dan uji kelayakan (feasibility asessment).
b)
Constraint
Beberapa faktor, batasan yang dapat membatasi solusi atau
proses pemecahan masalah.
c)
Scope Creep
Fenomena umum dimana ekspektasi dan kebutuhan dari suatu
proyek meningkat, sering kali tanpa memperhatikan dampaknya terhadap anggaran
dan skedul.
d)
Statement
Of Work
Suatu kontrak
dengan manajemen dan komunitas pengguna untuk mengembangkan atau meningkatkan
suatu sistem informasi, visi definisi, lingkup (scope), batasan constraint, keperluan pengguna, jadwal dan anggaran.
Sinonim dengan project charter, project plan, dan service-level agreement.
e)
Logical
Design
Translasi keperluan sistem bisnis kedalam sistem model yang
menggambarkan keperluan bisnis dan desain teknis yang mungkin atau implementasi
dari keperluan tersebut. Sinonim dengan conceptual
design dan essential design.
f)
System
Model
Gambaran dari sistem yang mempresentasikan realitas atau
relitas yang diinginkan. Model sistem meningkatkan komunikasi diantara
system user, system analyst, system designer dan system builder.
g)
Anlysis
Paralysis
Istilah satir
diciptakan untuk menggambarkan kondisi proyek umum di mana pemodelan sistem
berlebihan secara dramatis memperlambat kemajuan menuju implementasi solusi
sistem dimaksudkan.
-
Usulan solusi yang mengevaluasi:
-
Kelayakan teknis: Apakah solusi secara
teknis itu praktis?
-
Kelayakan operasional: Apakah solusi
memenuhi kebutuhan pengguna? Bagaimana solusi merubah lingkunagn kerja
pengguna? Bagaimana pengguna merasakan beberapa solusi?
-
Kelayakan ekonomis: Apakah solusi
biayanya praktis?
-
Kelayakan skedul: Dapatkah solusi
didesain dan diimplementasikan di dalam waktu yang dapat diterima.
-
Risk feasibility: keuntungan apa dari
implementasi yang sukses dari penggunaan teknologi.
h)
Phisical
Design
Terjemahan dari penggunana dua kebutuhan bisnis kedalam model yang
menggambarkan implementasi teknis dari kebutuhan pengguna bisnis. Sinonim dari tecnical design dan implementasi model.
i)
System
Support
Dukungan teknis yang sedang berjalan bagi user sistem, seperti
juga pemeliharaan yang dilakukan untuk mengatasi errors atau keperluan baru yang muncul.
2.3. Kelebihan dan kekurangan SASD
Kelebihan:
a)
kebutuhan
cenderung untuk lebih menyeluruh dan terdokumentasi dengan baik.
b)
Dengan gambar
keperluan bisnis dan desain sitem lebih mudah untuk divalidasi daripada dengan
kata-kata.
c)
Kemudahan untuk
identifikasi, membuat konsep, dan analisis dari pilihan solusi teknis
d)
Desain spesifikasi
cendrung untuk didengar, adaptable, dan fleksibel karena mereka berbasis model
Kekurangan:
a)
Membutuhkan waktu
untuk mengumpulkan fakta, menggambar memvalidasi model-model. Ini akan terbukti
apabila tidak pasti dan tidak akurat tentang kebutuhan sistemnya.
b)
Model hanya dapat
sebagus pikiran user tentang keperluan sistem. Tidak bisa lebih dari itu.
c)
Pendekatan
struktur analis dan desain dianggap oleh beberapa orang tidak fleksibel. User
harus secara menspesifikasikan kebutuhan sebelum desain dan desain sendiri harus secara
penuh mendokumentasikan spesifikasi teknis sebelum konstruksi dimulai.
No comments:
Post a Comment