Tuesday, 6 December 2016

Model System Developer Life Cycle (SDLC) dan Structural Analysis and Structured Desin (SASD)

1.     Model System Developer Life Cycle (SDLC)
1.1.    Pengertian SDLC
Metode SDLC adalah metode yang menggunakan pendekatan sistem yang disebut pendekatan air terjun (waterfall approach) dimana setiap tahapan sistem akan dikerjakan secara berurut menurun dari perencanaan, analisa, desain, implementasi, dan perawatan (Aji Supriyanto, 2005: 272)
Siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle/ SDLC) merupakan suatu bentuk yang digunakanuntuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebutuntuk proses pengembangannya. Siklus hidup pengembangan sistem, merupakan proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informal berbasis komputer. SDLC dilakukan dengan pendekatan sistem secarateratur dan dilakukan secara top-down, oleh karenanya sering disebut pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.

1.2.    Tahapan SDLC
Setiap pengembang mempunyai strategi yang berlainan, namun demikian, pada dasarnya siklus hidup pengembangan sistem informasi terdapat 5 tahapan, yaitu:

a)     Perencanaan Sistem (Systems Planning),
Perencanaan sistem merupakan tahap paling awal yang memberikan pedoman dalam melakukan langkah selanjutnya. Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan fisik, tenaga kerjadan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untukmendukung operasinya setelah diterapkan.
Perencanaan sistem dapat terdiri perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai dengan 2 tahun dan perencanaan jangka panjang meliputi periode sampai dengan 5 tahun. Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem. Bila tidak ada dapat juga dilakukan oleh departemen sistem.
b)     Analisis Sistem (System Analysis),
Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.
Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyeksistem yang akan dikembangkan ditahap perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem ruang lingkup tugasnyalebih terinci.
c)     Perancangan Sistem (System Design),
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telahmendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunyasekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Tahap ini disebut dengan perancangan sistem (system design). Tahap perancangan sistem ini mempunyai. Tujuan utama yaitu. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem; untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepadapemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tahap perancangan sistem merupakan tahap. Penentuan proses dan data yangdiperlukan oleh sistem baru. Untuk sistem berbasis komputer biasanya dalam rancangan ada spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan.
d)     Implementasi Sistem (System Implementation),
Setelah dianalisis dan dirancang secara rinci dan teknologi telah diseleksi dandipilih. Tiba saatnya, sistem untuk diimplementasikan. Tahap implementasi system merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap initermasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak aplikasi. Implementasi sistem. Merupakan kegiatan untuk memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.
e)     Penggunaan sistem (System Utilization)
Langkah–langkah penggunaan sistem (System Implementation) adalah:
a.     Menggunakan sistem.
Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.
b.     Audit sistem.
Penelitian apakah sistem baru memenuhi kriteriakinerja. Studi ini disebut “penelaahan setelah penerapan” (postimplementation).
c.     Memelihara sistem.
Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasi ini disebut pemeliharaan sistem. Ada tiga. Alasan untuk pemeliharaan: Memperbaiki kesalahan; Menjaga kemutakhiran system dan Meningkatkan sistem.

1.3.    Pendekatan Pengembangan Sistem
a)     Pendekatan Klasik.
Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional (conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila mengikuti tahapan pada System Life Cycle.
b)     Pendekatan Terstruktur
Pendekatan terstruktur akan dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas. Melalui pendekatan struktur, permasalahan yang kompleks dalam organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari produktifitas dan kualitasnya lebih baik (bebas kesalahan).
c)     Dari Bawah Ke Atas (Bottom-up Approach)
Pendekatan ini dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan dari bawah ke atas bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya.
d)     Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach)
Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach) dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basisdata, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri pendekatan terstruktur. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.
e)     Pendekatan Sepotong (piecemeal approach)
Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja).
f)     Pendekatan Sistem (systems approach)
Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.
g)     Pendekatan Sistem menyeluruh (total-system approach)
Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).
h)     Pendekatan Moduler (modular approach)
Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara (ciri terstruktur)
i)      Pendekatan Lompatan Jauh (great loop approach)
Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi, terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.
j)      Pendekatan Berkembang (evolutionary approach)
Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.

1.4.    Fungsi SDLC 
a)     Perencanaan: Mengapa Mengembangkan Sistem?
b)     Analisis: Siapa, apa, kapan dan dimana sistem diterapkan?
c)     Perancangan: Bagaimana kerja sistem?
d)     Implementasi: Bagaimana Sistem Dipasang/diinstall?

2.     Model Structural Analysis and Structured Desin (SASD)
2.1.    Pengertian SASD
strategi pengembangan sistem yang menekankan pada penggambaran model sistem untuk membantu memvisualisasikan dan menganalisis problem, mendefinisikan keperluan bisnis, dan mendesain sistem informasi. Metode ini adalah metode yang paling lama diantara modern yang ada dan merupakan pendekatan umum yang digunakan untuk menganalisis dan mendesain sistem informasi berdasarkan kepada modeling.
Model sistem akan memberi gambaran dari sistem yang merepresentasikan realitas yang ada atau realitas yang diinginkan. Model dari sistem akan memfasilitasi peningkatan komunikasi diantara pengguna sistem(system user), analis sistem(system analyst), desainer sistem(system design), dan pengembang sistem(system builder).
2.2.    Tahapan SASD
a)     Problem statement
Suatu pernyataan dan katagori problem, peluang dan arahan, juga bisa batasan dan suatu visi awal dari solusi. Sinonim dari kata awal permulaan (preliminary study) dan uji kelayakan (feasibility asessment).
b)     Constraint
Beberapa faktor, batasan yang dapat membatasi solusi atau proses pemecahan masalah.
c)     Scope Creep
Fenomena umum dimana ekspektasi dan kebutuhan dari suatu proyek meningkat, sering kali tanpa memperhatikan dampaknya terhadap anggaran dan skedul.
d)     Statement Of Work
Suatu kontrak dengan manajemen dan komunitas pengguna untuk mengembangkan atau meningkatkan suatu sistem informasi, visi definisi, lingkup (scope), batasan constraint, keperluan pengguna, jadwal dan anggaran. Sinonim dengan project charter, project plan, dan service-level agreement.
e)     Logical Design
Translasi keperluan sistem bisnis kedalam sistem model yang menggambarkan keperluan bisnis dan desain teknis yang mungkin atau implementasi dari keperluan tersebut. Sinonim dengan conceptual design dan essential design.
f)     System Model
Gambaran dari sistem yang mempresentasikan realitas atau relitas yang diinginkan. Model sistem meningkatkan komunikasi diantara system user, system analyst, system designer dan system builder.
g)     Anlysis Paralysis
Istilah satir diciptakan untuk menggambarkan kondisi proyek umum di mana pemodelan sistem berlebihan secara dramatis memperlambat kemajuan menuju implementasi solusi sistem dimaksudkan.
-            Usulan solusi yang mengevaluasi:
-            Kelayakan teknis: Apakah solusi secara teknis itu praktis?
-            Kelayakan operasional: Apakah solusi memenuhi kebutuhan pengguna? Bagaimana solusi merubah lingkunagn kerja pengguna? Bagaimana pengguna merasakan beberapa solusi?
-            Kelayakan ekonomis: Apakah solusi biayanya praktis?
-            Kelayakan skedul: Dapatkah solusi didesain dan diimplementasikan di dalam waktu yang dapat diterima.
-            Risk feasibility: keuntungan apa dari implementasi yang sukses dari penggunaan teknologi.
h)     Phisical Design
Terjemahan dari penggunana dua kebutuhan bisnis kedalam model yang menggambarkan implementasi teknis dari kebutuhan pengguna bisnis. Sinonim dari tecnical design dan implementasi model.
i)      System Support
Dukungan teknis yang sedang berjalan bagi user sistem, seperti juga pemeliharaan yang dilakukan untuk mengatasi errors atau keperluan baru yang muncul.

2.3.    Kelebihan dan kekurangan SASD
Kelebihan:
a)      kebutuhan cenderung untuk lebih menyeluruh dan terdokumentasi dengan baik.
b)      Dengan gambar keperluan bisnis dan desain sitem lebih mudah untuk divalidasi daripada dengan kata-kata.
c)      Kemudahan untuk identifikasi, membuat konsep, dan analisis dari pilihan solusi teknis
d)      Desain spesifikasi cendrung untuk didengar, adaptable, dan fleksibel karena mereka berbasis model
  
Kekurangan:
a)      Membutuhkan waktu untuk mengumpulkan fakta, menggambar memvalidasi model-model. Ini akan terbukti apabila tidak pasti dan tidak akurat tentang kebutuhan sistemnya.
b)      Model hanya dapat sebagus pikiran user tentang keperluan sistem. Tidak bisa lebih dari itu.
c)      Pendekatan struktur analis dan desain dianggap oleh beberapa orang tidak fleksibel. User harus secara menspesifikasikan kebutuhan sebelum desain dan desain sendiri harus secara penuh mendokumentasikan spesifikasi teknis sebelum konstruksi dimulai.

No comments:

Post a Comment